Tampilkan postingan dengan label profil. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label profil. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 22 Juni 2013

Antara Saya, Sepatu dan Kaos

Pernah gak sih kalian begitu terikat dengan suatu barang, ya kasih sayang kalian tumpah kebarang tersebut… ya mungkin berupa ke boneka, hp atau sepatu dan sebagainya.
Gue termasuk orang tersebut nih. (mendadak sedih, ini kali pertama gue ngetik kesedihan gue di blog. Lari sebentar kepangkuan gadis Bandung, dan ok gue lanjutin ketikannya).
Gue punya keterikatan batin dengan barang yang gue punya, pertama Sepatu converse dan yg kedua Kaos the strokes.

Pertama Sepatu Converse :
Tahun 2008, gue udah bisa yang namanya dapet Gaji atau uang hasil keringet sendiri. Uang yang gue hasilinpun bukan uang dari kerja dikantor atau berdagang online, tapi kerja keringet  semacam kerja kasarlah, ya abiiis dengan gue yg lulusan SMA dan masih kuliah gue bingung mau apa, ketika ada tawaran apapun itu yang ngasilin uang, ya gue coba. Dan begitu pertama kalo bisa dapet uang sendiri rasanya kayak lu dipeluk sama seluruh member JKT48, iiiih banget !!! chou zetsu kawaii !!!
Uang dah punya, langsung aja gue ke toko sepatu, dan baaaang !!! gue punya sepatu baru maaaaaan !!!!!
Gue pun ber-komitmen, kemanapun gue pergi, kemanapun gue bahagia, ini convi (sebutan sayang untuk sepatu gue) selalu gue ajak !!!
Tapi ketika menjelang akhir tahun 2012, si convi harus gue istirahatin, dia terlihat lelah, tua, penuh luka tapi semangat travelling dan backpackernya masih begitu terasa… dan gue pun berucap ke convi. “vi lu bakal tetep gue simpen, kalopun lu gue pake lagi berarti saat itu gue lagi bahagiaaa banget dan saat bulan madu backpackers lu bakal gue pake lagi hingga lu bisa mati dengan tenang, lu saksi bisu gue dalam kehidupan rantau. Lu segalanyaaa”
Sekarang convi masih nunggu gue. :’)




Kedua Baju The srokes :
Sama halnya dengan si convi, baju ini gue beli dengan kerja keras yang gue dapet. Gue beli ini baju mungkin sekitar akhir 2008 kayaknya, Baju ini gue beli dijogja dan sama banget dengan punya sahabat gue si Okky, ya dulu malah dikira anak kembar sama ibu kost dia (bener banget rasanya gue dicurigai maho).
Dan sama halnya dengan si Convi, baju ini udah banyak memberikan gue pesona dan kisah hidup gue pun banyak yg dia saksikan, dari keras dan pedasnya kisah cinta, semangat backpackers bahkan persahabatan pun ada dalam baju ini.
Sekarang baju ini gue kasih ke salah satu sahabat gue, gue harap dengan terus dia pake kaos ini, dia bisa tau bahwa baju itu penting buat gue yg artinya dia sebagai sahabat juga penting buat hidup gue. :’)

Maaaan !!! gue sedih maaan !!!, gue mesti makan daging malem ini !!!!




»»  READMORE...

Kamis, 12 Juli 2012

Keraton Kasunanan, Wisata Solo yang masih kental dengan budaya Jawa


Cuaca panas terik yang menyengat kota solo tak akan menyurutkan para wisatawan untuk berkunjung ke Keraton Kasunanan, ya iyalah !!!!

KERATON SURAKARTA dibangun oleh Pakoe Boewono II pada tahun 1745 Masehi. Sebelumnya ibukota Keraton berada di Kartasura, yang berjarak lebih kurang 12 km barat Kota Solo.



Secara fisik bangunan Keraton Kasunanan Surakarta terdiri dari bangunan inti dan lingkungan pendukungnya seperti Gapura (pintu gerbang) yang disebut Gladag pada bagian Selatan. Kemudian ada dua Alun-alun di sebelah Utara dan Selatan kompleks Keraton.






Keraton Kasunanan Surakarta dibuka untuk umum setiap hari jam 08.30-14.00, dan hari Minggu jam 08.30-13.00. Kraton tutup pada hari Jumat. Biaya masuk sekitar Rp. 10.000 dan biaya foto-foto dengan orang-orang yang jaga ini keraton seikhlasnya. (-_-")


  


 


Di Keraton Kasunanan Surakarta terdapat Art Gallery yang menyimpan bermacam benda-benda bersejarah yang mempunyai nilai seni dan sejarah yang tinggi. Beberapa koleksi yang ada diantara lain kereta kencana, bermacam-macam senjata, wayang kulit dan benda-benda peninggalan jaman dulu lainnya. 



 

  
 

 


Di Sekitar komplek Keraton pun banyak terdapat  pedagang uang-uang kuno. (kalo pedagang ganja udah ketangkep polisi)

 

»»  READMORE...

Sabtu, 05 Mei 2012

Profil RIFA bersaudara (RIFAntastic Four)


Kuliah jauh ke tanah perantauan itu menyakitkan, perih ketika rindu menyelimuti, sedih membantali dan tangis menggulingi. Gue anak pertama dari 4 RIFA bersaudara. Mungkin kebanyakan keluarga meletakan nama keluarga atau marganya dibelakang nama. misal seperti : keluarga Bakrie atau keluarga-keluarga marga batak. Tapi tidak dengan Bokap gue. Bokap gue anti manstream,mencoba melawan arus pasar industri perkeluargaan yang ada di Indonesia yaitu mencoba narok nama keluarga di depan nama anak.


RIFA Galindra Delan
RIFA Anggita Sari.
RIFA Rizhandion Akbar.
RIFA Anggara Sogu.
(dan masing - masing RIFA ada panggilannya)


RIFA Galindra Delan.

Ini gue RIFA pertama.
Kekuatan : Api
att 86 def 99


Gue dari lahir memang langsung diberi panggilan IPONK aka IPONG aka IPONX aka IEPHONXX aka 1p0NxxX..

Ketika gue udh mulai mengenal siapa Miyabi, gue memberanikan diri untuk nanya ke bokap kenapa gue dikasih nama iponk bukan betrand, dan dijelasin bokap dengan metode aljabar.
Iponk itu adalah sejenis unggas (jelas bukan !), Iponk adalah point tertinggi dalam olahraga Judo, itu memang karna bokap alumnus atlet Judo, ngga tau juga kalau bokap mantan atlet catur, bisa-bisa nama gue sekarang skakmat atau skakseter.
Gue coba mengartikan sendiri kenapa harus point tertinggi?, mungkin bokap kepingin gue jadi anak dgn point tertinggi dalam segala bidang kehidupan.
Langsung aja gua menarik kesimpulan kalo nama iponk itu banyak dimiliki orang-orang hebat, seperti :
a. Pong hardjatmo (artis)
b. Ipank BIP (musisi)
c. Ponky Jikustik (musisi)
d. David Beckham (pemain bola)
e. Michel Jordan (pebasket)
iya iya gue tau gak ada nama iponk disitu.

Tapi inti dari semua itu, gue bahagia banget dipanggil iponk dari pada nama gue sekakmat atau sekakseter.


RIFA Anggita Sari
Dia satu-satunya wanita dari 4 bersaudara. Orangnya enerjik, semangat, dan berlebihan baik berat maupun kelakuan.
Dipanggil anggi karena ANak Gunung GIngsul (sumpah gak lucu. :') ). Setiap gue tanya ke dia, kenapa sih lu gendut banget dari kita berempat?. Dia cuma ngejawab “karna wanita dikeluarga kita pasti terkena dampak gendut semua”. Ya gue gak mau tau soal itu dan gue lebih percaya lagi kalo ada cerita dia pas tidur bokap ngelakuin penggemukan, masukin air pake selang ke mulutnya dan itu sukses untuk di potong pas Idul Adha !!!!.
Walaupun dia gendut, gue harus ngasih acungan jempol ke dia, karena Anggi adalah seorang mantan residivis (hihihihi) maksudnya Anggi seorang pitcher Softball. Gue berharap banget ke dia, kalo dia punya anak kelak, semoga anaknya gak dikasih nama Homerun.




RIFA Rizhandion Akbar.
 Adek gue dgn panggilan Dion ini cukup unik, dia pendiam, kalem, dan ALIM (gue buat huruf besar semua biar ada penekanan kata disitu).
Dia adalah sang penerobos arus kehidupan, dimana dunia ini penuh dengan dengungan musik melayu, penuh dengan kepalsuan dimana banyak beredar DVD drama korea. Inilah Dion (Dorongan Iman Ongkos Nurani). Tapi herannya kenapa kalau gue coba inget Dion kecil pasti gue keinget pembokat gue dulu yang tiap ngasuh dia selalu nangis nonton bollywood??, oke gak hubunganya, lanjut….
Kembali fokus ke Dion. Ada kebanggan yang sangat gua suka dari Dion, dia khatam Al-Quran, yang jelas bagi gua sama anggi sampai juz 11 aja belum, dengan demikian Dion ini gue nobatkan sebagai cahaya rumah dari kegelapan dan kebiadabpan yang gue dan Anggi buat.


RIFA Anggara Sogu.
CUKUP !!! Pria mungil yang dipanggil Gara ini cukup berbahaya. Bisa dua skripsi menjelaskan bocah ini. Baru berumur 4 tahun, kecil tapi besar tingkah lakunya.
Satu !, ya cukup satu aja dari banyak yang gua jelasin, yaitu Gara anti terhadap celana, benci dengan celana, patah hati dengan celana, dan akhirnya putus hubungan dengan celana. Dia lebih suka pamer titit dari pada pamer ketampanan, harapan gue semoga kelakuannya itu hanya sementara aja, karena agak repot juga kalo terus pamer titit ampe dia gede nanti.

»»  READMORE...