Tampilkan postingan dengan label perjalanan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label perjalanan. Tampilkan semua postingan

Senin, 30 Juni 2014

Explore Bintan dan Tanjung pinang (Part 3)


Lanjooooot...




Mengenal pulau yang terkenal sebagai tambang bauksit ini membawa gue hanyut dalam masa-masa bercinta. *sakit


Gue lanjutin ke selatan pulau ini untuk mengetahui daerah yang dulu terkenal dengan tambang bauksit nya, namanya Kijang. Disini dulu berdiri perusahaan bauksit yang bernama PT. ANTAM yang sekarang udah tutup dan gak ada aktivitas pertambangan lagi. Dan untuk itu pemerintah membangun monumen bauksit, untuk mengenang masa-masa itu, masa masa dimana aku pernah mencintaimu. Haaaaalaaah pret..



mampir sejenak melepas dahaga




Setelah cukup lemes, karena disini gak ada apa-apa, berasa bosan, akhirnya gue coba ke pantai yang terkenal disini, pantai Trikora namanya, selain panjang dan lebar, di pantai ini juga banyak batu-batu besarnya. Cantik deh pantainya buat mikirin idup. :’)

info : pantai ini terbagi dari beberapa tempat, trikora 1 hingga trikora 4


 



 

 


»»  READMORE...

Rabu, 05 Maret 2014

Explore Bintan dan Tanjung pinang (Part 2)

(Sungai kecil, Pantai Sakera dan Kota Tanjung Uban)

Kemaren di bagian pertama gue ulas mengenai kawasan wisata Lagoi (bintan utara), karena masih didaerah bintan utara, perjalanan gue lanjutkan ke daerah sungai kecil (bukan nama sungai tapi ini nama kelurahan, seriuuus).

Gue ketempat yang namanya pelantar sungai kecil, dimana disini banyak dijual hasil tangkapan ikan. Disini pun gue bisa ngobrol dengan nelayan dan melihat-lihat tempat banyak kapal nelayan bersandar dan rumah yang didirikan diatas air.


itu dia nelayannya lagi dules (duduk woles)
Dan pas banget disana lagi banyak kapal yang bersandar, karena angin yang cukup kuat menerjang, ketimbang mereka melaut berasa berselancar, jadi mereka mengurungkan niatnya melawan alam.

Setelah melihat-lihat, gue lanjutin perjalanan ke pantai yang ada didekat sana, namanya Pantai Sakera, letaknya mendekati kota kecil Tanjung Uban..

Dengan namanya yang imut menggemaskan dan humoris pasti mengira ini pantai yang menawan, perlu diketahui kalo hanya sekedar melepas penat dan santai, gue rasa lumayan untuk singgah sekedar minum es kelapa muda, dan menikmati sore turunnya matahari, gak ada yang istimewa dengan pantai ini, gue rasa jangan berharap lebih dengan keindahan pantai ini, tp lumayan untuk ngusir penat di kepala.





Mungkin karena pantai ini yang tidak dibersihkan dan banyak beberapa kotoran dari manusia biadab makanya terkesan pantai ini kotor.

Hanya sekitar kurang lebih 10 menit dari pantai Sakera ini, terdapat kota kecil, namanya kota Tanjung Uban, disini ada pelabuhan kapal menuju langsung ke Batam, di pelabuhan ini, mungkin satu-satunya pelabuhan menuju batam yang memiliki kapal besar (ferry/Roro) yang mengangkut kendaraan seperti mobil dan pasukannya ke batam.

Dan gimana ya menjelaskan kota ini. Ummmmmmmmmmmm. Gak ada apa-apa. :D hehe
Tapi sate madura depan masjid At-Taqwa, serius enak.. :’)

Suasana Kota Tanjung Uban






»»  READMORE...

Senin, 03 Maret 2014

Hari ke Tiga Solo Backpackers

(BATAM-SINGAPORE-MALAYSIA Part 3)

Dengan ajaibnya bertemu banyak orang Indonesia yang baik hati dinegeri orang, ini gue berasa ada di tanah air sendiri...


Lanjut jalan kemana kaki melangkah dan menghibur diri, dan gue gak segan untuk mencoba beberapa makanan pedagang kaki lima dinegeri sini.


Gue gak tau ini makanan jenis apa, tapi rasanya kayak pempek dalam bentuk kerupuk, serius enak !!, ENAK !!!
Gue makan entah udah berapa banyak, tp gue harus mengontrol pola makan perut gelandangan ini, buat mencoba makanan yang lain dan menghemat budget traveling..
 
Dan berlanjut gue menemukan martabak, gue pikir karena yang buat kayaknya ahli dan dirasa enak, iseng deh gue beli, buat perbandingan aja enakan mana sama yang di Indonesia.
Hasilnya gue kasih nilai 55, hambar gak ada rasa, kalo di Indonesia martabak ini  gue jamin gak laku, dengan harga 1 RM Cuma dapet sepotong segitiga kecil, rugiiiii....



Lanjut jalan lagi, eh gue liat ada pedagang kacang yang mirip di film Thailand > The Billionaire Top Secret... hihihi tapi gak gue beli, karena emang gue gak suka kacang, ketimbang ke buang..



Setelah berkeliling cukup lama kesana kemari, liat ini liat itu, ketempat ini ketempat itu yang kalian bisa googling sendiri mana aja wisata di KL, guepun istirahat sejenak di deket daerah pasar seni dan ngelanjutin makan jeruk pemberian TKI di singapore kemaren sekalian mengistirahatkan kaki yang mulai terasa pegel kayak abis duel sama Bezita. Sambil duduk dan memperhatikan warga yang mulai pada pulang dari kerja, gue juga memperhatikan sudut kota ini yang “lumayan” bersih ketimbang negara gue sendiri. Ketika sedang asik memperhatikan lingkungan sekitar, eh mendadak gue dihibur permainan air yang ada didepan mata, mungkin permainan air mancur ini sekitar 10 menit doang.



Tapi ngelihat permainan air ini, perasaan gue jadi tenang dan terhibur. Aaah serius gue iri konsep ini, disela orang hilir mudik pulang kerja, dan untuk menghibur dari penatnya kerja, pemerintah malaysia ngebuat ini ditengah-tengahnya, bukan suatu yang besar sih, tp hal kecil begini lumayan bisa menekan rasa penat dan jenuh.
Menunjukan waktu sudah mulai sore, gue ingat kalo punya janji dengan teman gue untuk ngerayain tahun baru bareng di KLCC..
Lanjut menggunakan komuter line yang bermerk RapidKL gue pergi menuju KLCC..
Nyampe KLCC gue melihat suasana kota yang padat karena banyak yg pulang kerja, disini gue ngeliat banyak warga keturunan india, chinese dan beberapa bule dengan santai ngobrol dan berbagi cerita..
Gue duduk dan memandang KLCC dengan perasaan haru, karena disini banyak keluarga saling berfoto bersama, tertawa bersama dan berbagi kecerian.
Gue cuma bisa duduk memandang tingginya KLCC dan berkata dalam hati “mak, yah, ipong sekarang di malaysia, ipong bisa kok sendiri kemana tempat yang pengen tuju, ipong bukan anak-anak lagi yang kalian selalu khawatirkan, tapi ipong rindu kalian...”

Dan sialnya gue larut dalam rasa rindu ini.

Setelah menunggu sekian lama akhirnya temen gue dateng, dan dengan teman-temannya gue ikut merayakan tahun baru dengan mereka..


Setelah menyaksikan pergantian tahun baru ini, gue pulang dan mengistirahatkan tubuh agar besoknya gue bisa pulang dengan badan yang gak terlalu kecapean.

Gue rasa gue udah cukup selesai dengan KL, walau sebenernya masih banyak lagi tempat yang harus gue singgahi. Setelah berpisah dengan teman yang cukup biasa, dan rasa terima kasih yang besar gue ucapkan karena sudah memberkan tumpangan menginap dan beberapa pemberian makanan yang menurut gue sudah wah banget, gue pergi ke KL center untuk naek kereta menuju singapore dan balik lagi ke Indonesia yaitu ke Batam. 

Tapi next time gue bakal balik lagi kesini atau bahkan ketempat lain dengan cara dan jalan yang gue buat sendiri.
»»  READMORE...

Jumat, 17 Januari 2014

Explore Bintan dan Tanjung pinang

Udah 6 bulan gue merantau dipulau ini, coba deh gue urai beberapa hal yang gue tau dengan pulau ini.

Bintan merupakan sebuah pulau yang ada di Provinsi Kepulauan Riau, Bintan juga merupakan pulau sama seperti Pulau Batam yang berbatasan laut langsung dengan negara Singapore dan Malaysia.

Dibagian utara pulau ini terkenal dengan resort yang di miliki oleh investor asing, seperti investor dari Rusia, Singapore dan lain-lain, jadi rasanya sedih banget jika beberapa pantai yang indah dan bagus seharusnya bisa dinikmati dengan mudah malah jadi agak susah untuk dinikmati bahkan untuk masuk sekedar melihat pantainya. :(

beberapa gambar yang berhasil gue abadiin selama gue eplorer pulau ini menggunakan kendaraan roda dua. :D

Pertama beberapa resort di Lagoi (Bintan utara) yang berhasil gue masuki :

Swimming pool Nirwana Garden Resort
Pantai di Nirwana Garden Resort
Pantai Di Nirwana Garden Resort

Pantai Di Nirwana Resort

masih di daerah Lagoi, gue berkesempatan untuk bisa nikmatin wisata Hutan Bakau (mangrove) di malam hari dan pagi hari menggunakan kapal berupa perahu boat, jadi kalo malam wisatanya nikmatin hutan mangrove yang banyak hewan kunang-kunangnya, sedangkan pada pagi atau siang hari ya nikmatin gimana dan ada apa aja di hutan bakau itu.

Harga wisatanya kalo gak salah sekitar Sin $34 sekali perjalanan

wisata mangrove malam hari
karena gue pake kamera hp jadinya gak bisa moto digelep-gelepan..

Keberangkatan awal, diboat nanti ada tour guide nya yang menggunakan bahasa Inggris atau Mandarin
(namanya juga resort)
Hutan Mangrove
masih di Hutan mangrove

Pantai di Bintan Lagoon Resort

Bintan Lagoon Resort
Masih banyak lagi resort yang ada di Lagoi ini, tapi gue gak bisa masuk dan resort dilagoi ini hanya dapat dinikmati untuk kalangan menengah keatas saja.. :(


»»  READMORE...

Sabtu, 11 Januari 2014

Rezeki Perjalanan

(BATAM-SINGAPORE-MALAYSIA Part 2)

Ok gue lanjutin lagi yak dengan kisah yang pertama dimana gue nginjekan kaki ke singapore dan keliling sengapore yang ketemu TKI.

Oia penginapan gue kan dihostel sekitaran little India, hostel ini pun menyediakan internet dan wifi gratis (lumayan menghemat pengeluaran dan penting buat nyari info wisata atau tranportasi).

Pagi Singapore menyambut gue dengan semangat, ya padahal tidur gue cuma sekitaran 4 jam doang dengan kaki super pegel karena jalan kaki mengelilingi negara bersih ini.

Pagi jam 5 waktu WIB dan jam 6 waktu Singapore gue udah duduk di lobi hostel untuk coba browsing transportasi ke Malaysia dan keinget kalo gue punya temen di KL.

Dan iseng gue DM (direct message) twitter untuk nanyain hostel disana sekitaran berapa uang. Betapa kagetnya kalo iseng bertanya ternyata rezeki yang lain pun hadir. Dia bilang “dah nginep aja lu diapartemen gue”.

Dafuq !!!, shock kegirangan banget gue...

“tapi kamar pada penuh, lu tidur di sofa aja gapapa ya?”

Gilaaaa apa..., tidur di terasnya pun gue siap banget... rezeki mendadak begini nih bisa buat gue patah tulang punggung karena kebanyakan salto bahagia.

Setelah tau gue dapet rezeki begituan, gue langsung mandi dan siap-siap..

Oia gue dihostel ini sekamar dengan laki-laki India 3 orang, dan 1 wanita dari eropa, (sebut saja Rosa).. Sarapan pagi pun gue bareng si Rosa ini, gue bukannya modus pengen ngedeketin dia dan jadiin jodoh gue, karena gue yang terlalu cupu dia gue manfaatkan untuk melihat bagaimana caranya dia manggang roti pake mesin panggang. Hihi

Setelah berhasil ngeliat diam-diam tutorial yang dia berikan, eeh bisa deh gue manggang roti. YEAAH !!!

Di hostel inipun disediain peta wisata gratis, yaudah gue embat aja petanya, lumayan buat temen jalan, melanjutkan sisa waktu yang ada gue pun mengitari Singapore lagi. Dimana gue ngakak, kalo ngeliat orang singapore ngerokok rame-rame ngelilingin kotak sampah. Miris, ngelihat di MRT pada sibuk maen gudget, dengerin mp3 ketimbang ngobrol kesesama penumpang, dan noraknya orang Indonesia kalo dinegeri orang, masa iye anak bule ditarik paksa emak-emak (Indonesia) buat foto bareng. 
Dan super sebelnya kenapa tiap keliling Singapore ini gue pasti ketemu Rosa mulu tanpa sengaja, dimana tempat gue singgahi pasti ada dia... errrrrrr

Setelah menurut gue puas dengan Singapore, gue lanjutin perjalanan ke stasiun MRT Kranji, disanalah awal mula dimulai perjalanan ke negeri Malaysia.

Sampai di stasiun kranji, gue tuker sebagain uang dulu di money changger, dari Dolar ke RM (Ringgit Malaysia), naek jurusan 170 (kalo gak salah) yang menuju terminal Larkin Johor Bahru, nah disinilah uniknya. Kikikikik...

Naek di bis perbatesan ini bukan kayak naek bis pada umumnya, yang duduk santai nyampe deh ditujuan.. tapi diperbatesan ini naek dan turun bis ke imigrasi..

Pertama ke imigrasi di Singapore, orang-orang pada turun bis tuh buat rebutan ngantri di imigrasi. Gue yang gak tau apa-apa ya ikut-ikut aja.., terus kalo udah kelar naek lagi ke bisnya..
Sampe di imigrasi malaysia juga, turun dan naek lagi. -___-

Oia catatan penting naek bis ini jangan pernah membuang tiket bis yang udah kita naekin, karena buat naek turun itu bukti kalo kita bayar naek bis itu. Kalo tiketnya ilang ya bayar lagi, sayang kan.

Perjalan dari kantor imigrasi ke terminal Larkin pun buat gue deg-degan, adrenalin gue naek, karena ini pertama gue nginjek ke negeri ipin-upin sendiriiiian....

Gue nikmatin perjalanan, gue ketawa sendiri kalo ngeliat tulisan-tulisan dalam bahasa melayu malaysia yang menurut gue aneh kayak “only kakitangan” yang artinya “khusus karyawan”.

Gak lama kemudian sampailah gue di terminal Larkin Johor, ya hampir samalah kayak terminal-terminal di Indonesia, di Larkin ini gak terlalu bersih juga gak kotor-kotor banget. Tapi ada 1 pemandangan yang buat gue heran dan sedikit kocak, yaitu para calo penumpang dan preman di terminal ini pada pake running shoes dan bermerk kayak adidas originals, New balanca, Nike, asics dan brand terkenal lainnya. Apa-apaaaaan. -_____-. Yang padahal gue tau kalo di Indonesia pada pake sendal jepit swallow atau sepatu dallas, tp ah syudahlah.......


Preman dan calo fashionable

Gue naek bis jurusan Johor – Kuala Lumpur, tapi mendadak gue di usir pindah bis ke bis belakang, dan itu cuma gue doang, kecewa dong !, Tapi gue berfikir positif aja, mungkin bis didepan gue itu bakal kecelakaan. :p

Dan ternyata gue dapet itu positifnya apa... entah ini bener rencana Tuhan yang kasih atau sekedar kebetulan.. 

Ketika gue bingung buat ngehubungin temen gue di malaysia, gue mendapat kendala komunikasi, karena nomor di handphone gue masih nomor Indonesia. Jelas nelfon mahal yang sedangkan pulsa gue cuma tinggal goceng aka Rp. 5.000. Tapi ini lah rezeki, lagi-lagi gue bertemu TKI, kali ini TKI dari Flores..

Awalnya dia iseng nanya, “bang beli tiket ke KL berapa uang?”..

“40RM bang, abang berapa?”

Setelah ngobrol sebentar, gue makin curiga dengan logat timur dia, iseng lagi gue tanya. “abang dari mana?”

Dan dia jawab dari Indonesia, NTT, gue bilang aja gue dari Lampung dan sampai obrolan pun di pertanyaan “bang pake nomor malaysia ya? Kok lancar banget dari tadi telponan”.
“iyalah, kenapa? kamu masih nomor Indonesia?, kamu punya teman di KL, pakailah hp ku ini, jangan di SMS tapi telpon ya”

PREEEETTTT, apa-apaaaaan ini, gue yang kebingungan buat ngirim text ke temen gue di KL malah di kasih telpon sama ini TKI.... wuoooaaaaaaaaaaa...

Dan serius, gue bilang bang sms aja ah, dan dipaksanya gue buat telpon dan minta nomor temen gue itu, “sini nomornya, telpon aja, kau ini aku suruh telpon malah minta sms”.

Hahaha dan betapa terkejutnya temen gue, gue nelpon dia pake nomor TKI flores ini, yang intinya gue ngabarin kalo gue lagi otw ke Kuala Lumpur.

Kebaikan TKI ini berlanjut, di daerah mana gue gak tau, bis ini istirahat sejenak selama 20 menit, ya lumayan buat ritual ibadah dan makan-makan roti sobek sisa diSingapore kemaren.. lagi asik ngunyah, TKI itu ngasih gue rokok, roti dan aer mineral, “ayo makan sama-sama” kata dia.
suasana tempat peristirahatan Bis ke KL

Kali ini gue harus berani nolak, karena gila apa dari Singapore gue udah di bantu TKI, masa ini ya TKI lagi.. dan akhirnya tolakan gue berhasil (yang sebenernya pengen banget sama itu roti)

Terlihat tower KLCC didalem bis, tanda kalo gue udeh sampai di KL

Bis melanjutkan perjalanan ke KL dan gue sampai dengan elegan, kumel, kucel dan pesing di apartemen temen gue. Sebenernya gue dikasih kamar sama dia karena ternyata ada kamar kosong, tapi gue udeh jatuh hati sama pemandangan di sofa, jadi gue lebih memilih tidur disofa.

Pemandangan dari apartemen temen gue, buat gue nyaman.

Dalam hati gue berkata “Malam Kuala Lumpur, gue disini sekarang...” dan mata gue pun tertutup di jam 1an malam waktu Malaysia

Pagipun gue tetep bersemangat walau hanya tidur 3 jaman doang.. solat subuh, mandi dan sedikit wewangian, semua udah siap, perjalanan gue lanjutkan dengan sedikit bantuan dari temen gue yang bernama Monik ini.

Dia membantu cukup lumayan, udah ngasih tempat tinggal, terus dikasih banyak info baik soal perjalanan dan dimana tempat yang tepat untuk gue nunggu bis..

Setelah ngobrol sebentar dan temen gue pergi kerja, gue pun siap melanjutkan perjalanan seorang diri lagi.

Ketika gue nunggu bis menuju pasar seni, gue cek dompet ternyata uang gue 50RM, yang padahal naek bis itu cuma 2RM, kata temen gue dan beberapa info, naek bis itu kalo bisa pake uang pas, soalnya bisa aja gak ada uang kembaliannya. Preeeet banget kan.

Eh ada dua ibu-ibu barengan nunggu bis yang arah tujuannya sama, gue tanya deh “bu punya tukeran uang kecil 50RM?”

“Gak ada nak, kamu mau kemana?” tanya ibu itu

“mau ke pasar seni bu, mau naek bis tapi gak punya uang kecil”

“sudah-sudah kamu naek bis aja, nanti saya bayar, pokoknya naek bis ya”. Paksa ibu itu.

Meeeeeen siapaaa ibu iniiiiiii????!!!!!, kenapa gue dibayarin naek bis ini.. gue pun dengan nada kaget ya sedikit menolak dan sedikit mengiyakan..hihihi gak lama kemudian bisnya dateng, dan gue naek bis secara gratis ke pasar seni.

Di bis kita ngobrol banyak, dengan obrolan ini gue akhirnya tau kalo ibu ini TKI dan berasal dari Blitar Jawa Timur, dan betapa baiknya kala ibu itu nyuruh gue mampir ke tempat adeknya yang jual bakso dan mie ayam. ibu itu turun bis duluan, sebelum berpisah pun gue utarakan banyak terima kasih karena sudah bayarin bis ini, ngajak gue mampir makan dan ngobrol selama diperjalanan, dan ketika pisah ibu itu melambaikan tangan kayak dia melepas saudaranya pergi, ya baru sebentar kenal tapi ibu itu udah ngangep gue sodaranya sendiri.

Disiinilah letaknya gue heran dan apa yang terjadi, kenapa selama liburan ini gue berpergian kesemua tempat selalu dibantu TKI. I love Indonesia dan gue sayang banget sama semua TKI. Hahaha

Pegel juga ngetiknya, part 3 gue lanjutin nanti deh.... part 3 nya tentang gue pulang lagi ke batam lewat Singapore, antara sedih sendiri dan bersyukurnya gue di lahirkan sebagai anak Indonesia. :D

beberapa pic aja : 

Batu Cave

Ada bule berbaik hati motoin gue

-____- kaca sudut kota adalah.......


»»  READMORE...